Tidak terasa akhirnya adalah malem trakhir brada di kamar ini. besok pada waktunya yang sama mungkin uda kembali ke kamar sendiri di kota lain. Namun aku penuh dengan ucapan syukur karena pemeliharaan TUHAN selama berada di kota ini. segala tantangan yang berhasil dilewati, yang tidak berhasil namun jadi pelajaran berharga. lebih dari kuliah semata, pelajaran kehidupan jauh lebih berharga dari semuanya. Allah dengan cara-caranya yang ajaib membawa aku lebih dekat padaNYA. banyak hal pekerjaan tangan TUHAN selama sekitar 1 tahun berdomisili di kota ini:
- TUHAN membawa aku mendengar Firman TUHAN yang baik di kota ini. entah mengapa wkt berasa jauh dari kota tempat tinggal, di saat-saat itu ak menikmati hubungan dengan TUHAN lebih baik. TUHAN kasih kesempatan sekali lagi untuk berlatih.. untuk dekat dengan Dia secara unconditional tidak terpengaruh geografis.
- Belajar banyak hal dari teman-teman baru di tempat ini. dengan karakter yang berbeda-beda. semakin memperlengkapi aku untuk kehidupan. lebih dari itu, ak bersyukur karena kasih ALLAH nyata lewat kehadiran mereka hari demi hari, dalam segala kesederhanaan kegiatan kita. tapi tanpa itu semua, tidak terbayang kesulitan selama disini.
- Hal yang lain yang ak pelajari adalah belajar untuk hidup jauh dari pasangan:) minimal untuk more cultivating the single-mindedness inside me. ak percaya itu adalah bekal yang berharga. mungkin TUHAN liat ak mule berkurang dlm single-mindedness, jadi mengirim ak kemari:p tapi, ak bersyukur dapet pelajaran berharga ini dari kehidupan disini. we have to only depend on our GOD as our only source of life. not your partner or even your spouse. JESUS is the only source. mari belajar untuk hidup single-mindedness dgn satu reason yang benar.
- kalo tentang studi lanjut master Teknik Industri, sejujurnya blm terlalu jelas apa maksud TUHAN. apa memang benar aku bisa menjadi pengajar kelak. seperti yang aku pikirkan. titel master ini sebagai bekal untuk menjadi pengajar nanti. tapi disini minimal ak mulai sadar.. kalo aku suka menulis. dan akan sejauh mungkin berusaha untuk tetap menulis. menulis apapun itu, yang baik, yang mudah-mudahan bisa jadi berkat untuk orang2. atau minimal untuk diri sendiri krn banyak kebaikan yang kita dapet wkt kita menulis.
- “Write to be understood, speak to be heard, read to grow…” Lawrence Clark Powell quotes (American Librarian, Writer and Critic, 1906-2001)
So far sejauh ini hal yang ak pelajari selama berada di kota Singapura ini. kota yang ramah, tertib, bersih, logical, exact. kota Singapura ini juga punya sisi kejam yang ak pelajari… banyak kalnagan orang tua yang masih bekerja. sebagian besar jadi cleaning service. kalo dibandingkan dengan indonesia, orang tua di sekitar aku sudah ongkang2 kaki menikmati masa tua. ini bisa jadi pelajaran lebih jauh… mana yang baik? bekerja lah selagi masih punya umur, jadi berguna dan tidak merepotkan orang lain, mandiri selama masih mungkin. atau justru pemandangan seperti itu meruapakan cerminan kejamnya kehidupan di Singapura, tingginya tuntutan standar kehidupan.
Above all, bersyukur pernah berada di kota ini. kota dengan segala keunikannya. i believe this time has add something priceless to my life:)