Archive for April, 2008

Contentment is not getting what we want but being satisfied with what we have.

How many times we were strenghten by GOD’s word about all-dressed-up lilies and carefree birds that are taken care by GOD’s hands? I guess that also somehow reflects how many times we doubt GOD’s providence for our life. To be honest, repeatedly i fell into this kind of sin. The manifestation may come in various ways, e.g: stress at work or even broken relationship.

What is human? they are so complex. May be too complex. Make it worse… too fragile. Human needs GOD the creator with HIS perfect providence, mercy and grace that uphold us to an end.

Then after realizing that we are nothing.. what are our part then? let GOD at work freely in us. Not to harden our heart when He process us.

Sola Gratia.

Leave a Comment

unsatisfaction

Why as human, most of the time, we never satisfied with our state of being? We often feel bored too. Maybe what we are doing rite now seem to be less meaningful, cant give us contentment. I start to remember the feeling when we socialize with others, helping the needy, listen to people, encouraging people. Those feelings are nice, very pleasing, once in a while we feel our deeds are meaningful.

This may be a sympthom that human were created wonderfully for BIG NOBBLE things.

Now, what’s my BIG NOBBLE Things? Am i doing it rite now?:-)

 

GBu.

Leave a Comment

slave and master

Bagaimana kita sering bersikap di hadapan TUHAN kita? pagi ini saya diingatkan kembali bahwa kita harus memandang diri kita sebagai Hamba / Budak ALLAH kita. Terlalu sering kt merasakan sebaliknya, TUHAN adalah hamba kita, tempat sumber berkat dan segala-galanya seperti kantong ajaib nya Doraemon. Padahal spt kata Ayub, kita mengharapkan yang baik, tapi bukankah yang buruk juga kita harus terima dari ALLAH?

Tapi syukur bagi ALLAH, karena DIA bkn ALLAH yang bermain2 dnegan hidup manusia, DIA ALLAH yang berkorban untuk keselamatan kita. ALLAH yang demikian pasti ALLAH yang punya rencana indah untuk ciptaanNYA sesuai dengan HikmatNYA yang tak terselami.

Disitulah fungsi iman. Kata Firman TUHAN, Iman muncul dari pendengaran akan Firman TUHAN. Hows that? Karena Firman Tuhan itu hidup, maka DIA seperti pedang bermata dua yang menembus hingga kedalaman hati dan menegur dan mengkoreksi hidup kita. Seperti Raja Daud, Dia meminta Pengertian akan hikmat TUHAN sehingga DIA bisa semakin mengagumi kebenaran ALLAH. Kita pun harus meminta harta yang besar itu, yaitu pemahaman yang baru hari demi hari akan kebenaranNYA dan kehendakNYA.

Tantangan yang terbesar adalah kemalasan dan alasan tidak ada waktu untuk merenungkan Firman TUHAN. saya sendiri jg demikian, waktu malam menjelang, saya spserti sudah tidak kuat lagi berdiam diri barang sebentar untuk membaca Alkitab. Di pagi hari… ha3.. juga demikian. Akhirnya seminggu terakhir saya coba baca Alkitab di kantor krn saya tiba jam 7, dan situasi dan kondisi kantor masih kosong melompong… sehingga ada ketenangan yang bisa saya manfaatkan barang 15-20 menit. selanjutnya 15′ saya gunakan untuk blogging ini, sharing dan kontemplasi renungan tadi.

Well, ini cara saya saat ini. berharap bisa meningkatkannya kembali sehingga tiap hari saya dengar TUHAN bicara, dan DIA memberkati dengan pengertian dan hikmat baru untuk mengisi hidup saya, seperti ada tertulis di Alkitab -

Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap kata yang keluar dari Firman TUHAN.

Leave a Comment

Kerja Kerja Kerja lagiih?

Fenomena yang umumnya terjadi di kalangan manusia modern. Bosan bekerja. Bosan bekerja artinya Bosan idup? Belum tentu? saya tidak akan pernah bosan berlibur. Benarkah itu? Kalo jujur kita mau menjawab, mungkin kita akan ragu menjawabnya. Karena saya menyadari benarnya pepatah lama yang mengatakan – ‘rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.‘ yang simpel nya berarti bahwa manusia itu tidak pernah akan puas dengan keadaannya saat ini. Pada saat dia ‘berlibur’, (kata halus dari tidak ada kerjaan), dia ingin bekerja; vice versa. HmmmmH…

Kemarin dari renungan harian saya memperoleh satu hal yang indah, mengingatkan kembali bahwa – fungsi manusia itu memang bekerja, untuk mengerjakan dan memelihara bumi dan segala isinya yang dicipta ALLAH. Adam dicipta dengan tugas demikian. Nah dari sana kita harus sadar bahwa manusia dicipta untuk mengerjakan alam ini. dengan kata lain, untuk BEKERJA. (sebel?? hahaha… itulah faktanya…).  Yang kedua adalah, kalo kita ingat2 kembali… ALLAH kt itu ALLAH yang bekerja. Bekerja adalah tanda bahwa seorang pribadi HIDUP. Maka secara logika berpikir, jika kita tidak bekerja maka hilang satu tanda bahwa manusia itu hidup.

Mungkin hingga titik ini kita masih blm merasakan peningkatan makna dari konsep bekerja dari mule membaca tulisan ini hingga saat ini.. Tapi waktu kita mau datang pada TUHAN dan terbuka di hadapan DIA, maka dengan cara ajaib DIA akan menjelaskan lebih baik lagi. Bahwa ‘bekerja’ itu adalah kodrat manusia yang seharusnya kita nikmati dan syukuri, pekerjaan apapun itu yang TUHAN beri saat ini.

Smoga sharing ini memberkati teman-teman yang membaca.

 

~olive. – yang pernah dan sering juga bosan yang berusaha keluar dari nya -

Leave a Comment