slave and master

Bagaimana kita sering bersikap di hadapan TUHAN kita? pagi ini saya diingatkan kembali bahwa kita harus memandang diri kita sebagai Hamba / Budak ALLAH kita. Terlalu sering kt merasakan sebaliknya, TUHAN adalah hamba kita, tempat sumber berkat dan segala-galanya seperti kantong ajaib nya Doraemon. Padahal spt kata Ayub, kita mengharapkan yang baik, tapi bukankah yang buruk juga kita harus terima dari ALLAH?

Tapi syukur bagi ALLAH, karena DIA bkn ALLAH yang bermain2 dnegan hidup manusia, DIA ALLAH yang berkorban untuk keselamatan kita. ALLAH yang demikian pasti ALLAH yang punya rencana indah untuk ciptaanNYA sesuai dengan HikmatNYA yang tak terselami.

Disitulah fungsi iman. Kata Firman TUHAN, Iman muncul dari pendengaran akan Firman TUHAN. Hows that? Karena Firman Tuhan itu hidup, maka DIA seperti pedang bermata dua yang menembus hingga kedalaman hati dan menegur dan mengkoreksi hidup kita. Seperti Raja Daud, Dia meminta Pengertian akan hikmat TUHAN sehingga DIA bisa semakin mengagumi kebenaran ALLAH. Kita pun harus meminta harta yang besar itu, yaitu pemahaman yang baru hari demi hari akan kebenaranNYA dan kehendakNYA.

Tantangan yang terbesar adalah kemalasan dan alasan tidak ada waktu untuk merenungkan Firman TUHAN. saya sendiri jg demikian, waktu malam menjelang, saya spserti sudah tidak kuat lagi berdiam diri barang sebentar untuk membaca Alkitab. Di pagi hari… ha3.. juga demikian. Akhirnya seminggu terakhir saya coba baca Alkitab di kantor krn saya tiba jam 7, dan situasi dan kondisi kantor masih kosong melompong… sehingga ada ketenangan yang bisa saya manfaatkan barang 15-20 menit. selanjutnya 15′ saya gunakan untuk blogging ini, sharing dan kontemplasi renungan tadi.

Well, ini cara saya saat ini. berharap bisa meningkatkannya kembali sehingga tiap hari saya dengar TUHAN bicara, dan DIA memberkati dengan pengertian dan hikmat baru untuk mengisi hidup saya, seperti ada tertulis di Alkitab -

Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap kata yang keluar dari Firman TUHAN.

Leave a Comment